Pak sex cam chat Sexchat in

posted by | Leave a comment

Mendengar kalau aku masih perjaka, tampak tante Sonya tersenyum.

Tanpa menunggu jawabanku, tante Sonya pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong.

Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung.

Tante Sonya merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat.

Asalku dari Sukabumi, dimana aku menghabiskan masa anak-anak dan remajaku, sampai kemudian aku pindah ke Jakarta empat tahun yang lalu. Ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai bank pemerintah di Sukabumi.

Sedangkan ibuku bekerja sebagai guru sebuah SMA negeri di sana. Karena uang kiriman orang tuaku kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, akupun menjadi guru privat anak-anak SMA.

Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah. Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku. Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba.

Kemudian tante Sonya tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Terlebih tante Sonya duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.

Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Monika pacarku.

Memang aku beruntung dikaruniai otak yang lumayan encer. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya.

Akupun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian aku hanya makan supermie saja untuk mengganjal perutku. Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta. Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya aku orang yang baik, sopan dan pintar.

Leave a Reply

Malasia free tamal sex com